APA ITU BATU APUNG? EMANG BENERAN BISA NGAPUNG?

Halo Teman SDI!

Batu apung menjadi salah satu media filter wajib untuk sistem filtrasi air tawar. Meskipun lebih jarang digunakan dibandingkan media filter biologis lainnya, batu apung bisa menjadi pilihan yang tepat untuk ditambahkan pada filter box aquarium ataupun chamber aquarium.

Sama seperti jenis media filter biologis lain, batu apung dapat menyerap berbagai kandungan zat beracun yang membahayakan ikan melalui rongga-rongga yang ada. Sehingga, batu apung sangat mampu untuk membantu menjaga kualitas air aquarium agar tetap sehat, terbebas dari berbagai zat beracun seperti amonia maupun nitrat.

Selain digunakan sebagai media filter biologis aquarium, batu apung juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan lain, seperti filter untuk air kolam renang, air minum, desalinasi, dan sebagainya. Pertanyaannya, apakah batu apung benar-benar bisa mengapung? Dan jika memang ya, mengapa hal itu bisa terjadi?

APA ITU BATU APUNG?

Batu Apung
Images: flickr.com

Sebelum masuk ke dalam pembahasan inti, sebaiknya Teman SDI terlebih dahulu mengetahui apa itu batu apung dan bagaimana bisa batu apung terbentuk. Berikut pembahasannya :

Batu apung ( pumice stone) adalah sebuah batuan beku yang terbentuk dari pembekuan lava di permukaan bumi yang mengeras saat terkena udara ataupun air. Batu apung terdiri dari banyak lubang atau pori-pori berukuran kecil. Batu apung diketahui memiliki banyak manfaat sebagai sebuah media filter.

Berikut beberapa karakteristik batu apung yang membuatnya sangat ideal untuk menjadi media filter aquarium :

Karakterisik Batu Apung
Porositas Batu apung memiliki banyak rongga-rongga kecil yang biasa disebut sebagai pori-pori. Karakteristik porositas ini menjadikan batu apung sebagai media filter yang ideal, karena dengan pori-pori itulah batu apung dapat menyerap berbagai kotoran, zat yang berpotensi membahayakan ikan beserta ekosistem di dalamnya. Pori-pori yang terdapat batu apung juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat mikroorganisme tinggal, misalnya bakteri nitrifikasi yang  bertugas untuk menguraikan amonia dan nitrit menjadi senyawa yang lebih aman untuk kehidupan ikan.
Kemampuan Menyerap Dengan kemampuan menyerap yang tinggi, batu apung dapat membuat kualitas air aquarium lebih terjaga, sehingga ikan di dalamnya bisa tetap sehat dan mendapatkan kehidupan yang layak. Berkat peran batu apung ini juga, ikan kamu bisa bertahan hidup lebih lama, karena dengan air yang sehat, ikan tidak akan mudah terkena penyakit.

 

Setelah mempelajari karakteristik batu apung, selanjutnya ada dua jenis batu apung yang wajib kamu ketahui agar dapat menentukan jenis batung apung seperti apa yang kamu butuhkan. Berikut pembahasannya di bawah ini :

  1. Batu Apung Merah

Batu apung merah biasanya memiliki ciri khas berwarna merah kecoklatan, karena mengandung besi oksida. Tekstur batu apung merah cenderung lebih kasar, dan rongga pori-porinya terbuka lebih besar, sehingga batu apung merah cocok untuk digunakan dalam menyaring kotoran berukuran besar seperti pasir, daun, dan sebagainya.

Biasanya, batu apung merah juga lebih kuat dan tidak mudah hancur.

  1. Batu Apung Putih

Batu apung putih memiliki ciri khas berwarna putih keabuan dengan sedikit warna kuning kecoklatan yang memudar, karena mengandung silika. Tekstur batu apung putih cenderung lebih halus, dan punya rongga pori-pori yang lebih rapah, sehingga sangat cocok jika digunakan untuk menyerap kotoran halus, seperti bakteri, virus, ataupun senyawa lain yang berpotensi membahayakan ikan.

Itulah kedua jenis batu apung yang harus kamu tahu. Kedua jenis batu apung ini sama-sama berguna untuk menyerap racun dan menjaga kualitas air aquarium. Teman SDI bisa memilih di antara keduanya dengan menyesuaikan kebutuhan aquarium yang kamu miliki.

APAKAH BATU APUNG BISA MENGAPUNG?

Batu Apung
Images: commons.wikimedia.org

Batu apung memiliki massa jenis yang lebih rendah dari air, sehingga batu apung bisa terapung di atas air. Teman SDI bisa melakukan eksperimen dengan menyediakan dua bahan saja

Bahan :

1 buah batu apung dan 1 ember plastik

Cara Kerja :

  1. Isilah ember dengan air mengalir dari keran, isi hingga ember terisi penuh
  2. Siapkan batu apung berukuran kecil atau sedang
  3. Jika seluruh komponen sudah lengkap, jatuhkan batu apung ke dalam air dan perhatikan apa yang akan terjadi

Batu apung tidak akan tenggelam, dan mengapung sebagaimana mestinya. Ini bisa terjadi, karena batu apung memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada air. Mengapa massa jenis batu apung bisa lebih rendah dari air?

Ini disebabkan karena karakteristik dari batu apung itu sendiri yaitu berupa adanya porositas atau pori-pori. Ketika batu apung jatuh di dalam air, pori-pori ini akan menjebak udara di dalam batu apung yang membuat kerapatannya rendah, sehingga batu apung tidak akan tenggelam.

Bahkan jika Teman SDI menjatuhkannya dengan sangat keras, batu apung akan tetap mengapung di atas air. Ini juga disebabkan oleh tegangan permukaan.

Apa itu tegangan permukaan?

Tegangan permukaan adalah interaksi antara air dan udara yang mempertahankan tegangannya, lalu membentuk suatu kulit tipis yang melapisi suatu permukaan.

Diketahui, pori-pori batu apung memang sangat tipis jika diperhatikan secara seksama. Hal inilah yang membentuk adanya tegangan permukaan. Kulit tipis menyerupai sedotan ini akan memerangkap udara salam batu apung dan mencegah air masuk.

Sehingga, batu apung tidak akan tenggelam dan bisa terapung di atas permukaan air.

Nah itulah pembahasan kali ini mengenai apa itu batu apung dan alasan mengapa batu apung bisa terapung. Kalian juga dapat kunjungi website kita di suryadutainternasional.com dan follow akun TikTok @suryadutainternasional agar tidak ketinggalan tips dan trik seputar aquarium.

Nantikan dan tunggu artikel kita selanjutnya ya!!!

SDI? “Hidup Lebih Baik di Bawah Air”

- Website SDI : suryadutainternasional.com  
- Instagram : suryadutainternasional 
- Facebook: suryadutainternasional.official 
- Youtube : Surya Duta internasional  
- Shopee : sdi.official  
- Tokopedia : Surya Duta Internasional Official 
- Gambar Sampul : flickr.com
Leave a comment