🐟TOP 8 IKAN PREDATOR AIR TAWAR PALING GANAS DAN TERKENAL

Halo Teman SDI!

Ikan predator menjadi salah satu jenis ikan hias yang banyak diminati oleh para penghobi ikan. Selain punya bentuk tubuh unik dengan warna yang cantik, sifat ganas dan galak yang dimiliki ikan predator ini menjadi alasan utama mengapa banyak penghobi yang tertarik untuk memelihara atau bahkan sampai membudidayakan ikan predator ini.

Selain itu, kontes beberapa ikan predator seringkali digelar sehingga pasaran ikan predator ini selalu ramai dan bisa menarik perhatian para penghobi ikan. Beberapa ikan predator juga punya potensi tinggi untuk dijadikan sebagai investasi jangka panjang, sehingga tidak sedikit orang menjadikan ikan predator ini sebagai peluang bisnis karena menyadari pangsa pasar ikan predator masih sangatlah besar.

Nah, lalu kira-kira ikan predator apa saja yang paling galak dan ganas yang paling banyak dicari untuk dipelihara oleh para penghobi ikan? Pada kali ini kita akan mencari tahu bersama-sama mengenai ikan predator apa saja yang paling terkenal karena keganasannya.

TOP IKAN PREDATOR AIR TAWAR PALING GANAS

Inilah rangkuman beberapa ikan predator air tawar paling ganas yang biasa dipelihara di aquarium. Berikut pembahasannya :

  1. IKAN PREDATOR ARWANA

Masalalu Ikan Arwana
Images: flickr.com

Raja ikan hias predator yaitu ikan arwana merupakan jenis ikan predator air tawar purba yang paling populer untuk dipelihara di rumah, karena memiliki bentuk dan warna yang cantik. Jika dirawat dengan baik, ikan predator arwana dipercaya akan membawa keberuntungan untuk pemeliharanya.

Ikan arwana sama seperti ikan predator lain yang dapat tumbuh panjang saat memasuki usia dewasa, untuk arwana sendiri biasanya dapat tumbuh mencapai 7090cm. Ikan arwana juga termasuk ke dalam jenis ikan hias predator yang bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang. Baik melalui budidaya ikan arwana maupun membeli lalu menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi.

  1. IKAN PREDATOR ARAPAIMA

Ikan Arapaima
Images: commons.wikimedia.org

Berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan ikan arapaima menjadi salah satu jenis ikan predator air tawar yang paling populer di antara kalangan para penghobi ikan predator.

Mempunyai bentuk tubuh memanjang seperti torpedo dengan kepala meruncing. Ikan arapaima memiliki warna tubuh keabu-abuan yang solid dengan perpaduan hijau tembaga yang mengkilau, serta bagian belakang sisik kemerahan. Penampilan ikan arapaima cukup unik, adanya sisik lebar melapisi seluruh tubuhnya dengan ukuran 6cm di setiap satu sisiknya menjadikan ikan arapaima terlihat sangat kokoh dibandingkan jenis ikan predator air tawar lainnya.

Meskipun sangat populer, ikan arapaima dilarang untuk dipelihara di Indonesia karena memiliki karakter ganas yang sangat temperamental, sehingga sangat berbahaya jika ikan predator arapaima ini masuk atau dilepas di perairan umum Indonesia.

  1. IKAN PREDATOR CHANNA

Ikan Channa Maru
Images: flickr.com

Kata channa dari nama ikan predator ini diambil dari serapan nama ilmiah ikan channa yaitu Channidae. Beberapa tahun belakangan ini, nama channa kembali naik dan menjadi tren di kalangan para penghobi ikan. Seperti ikan predator pada umumnya, ikan channa memiliki sifat teritorial dan menyerang ikan lain yang masuk ke dalam wilayahnya.

Biasanya ikan predator channa ini dipelihara sendirian pada satu aquarium, atau jika ingin menambahkan tankmate channa kamu harus memilihnya dengan sangat hati-hati. Dan pastikan aquarium yang digunakan berukuran besar tanpa melakukan overstocking, sehingga ikan channa tidak merasa wilayahnya terancam oleh ikan lainnya.

Sama seperti ikan arwana, budidaya ikan channa banyak diminati hingga kini. Banyak para penghobi yang awalnya hanya sekedar iseng saja, namun bisa berhasil melakukan bisnis ikan predator ini.

  1. IKAN PREDATOR OSKAR

ikan predator
Images: commons.wikimedia.org

Keindahan warna dengan bentuk tubuh unik membuat ikan oskar menjadi ikan predator yang digandrungi oleh para kolektor ikan predator untuk dipelihara pada aquarium. Jika pemiliknya merawat dengan baik, ikan oskar bisa tumbuh mencapai 3035cm.

Ikan oskar termasuk ikan cerdas, mereka dapat belajar dengan cepat mengenai jadwal makannya. Hampir segala sesuatu yang berhubungan dengan makanannya dapat direkam baik oleh ikan predator yang satu ini. Daya pikat ikan oskar terdapat pada corak tubuhnya yang menyerupai motif batik dan warna yang cantik.

  1. IKAN PREDATOR PEACOCK BASS

Ikan Predator
Images: commons.wikimedia.org

Ikan peacock bass atau biasa dikenal ikan pbass sangat banyak digemari pecinta ikan predator, karena keunikan pada corak tubuhnya. Ikan pbass termasuk ke dalam ikan predator yang memiliki gerakan lincah dan gesit, terutama saat sedang melahap mangsanya.

Maka dari itu, ikan pbass juga seringkali dianggap sebagai ikan predator yang sangat rakus. Jika Teman SDI tertarik memelihara ikan predator ini pastikan untuk memberikannya pakan hidup yang lebih senang digemari ikan pbass. Selain punya nutrisi yang lebih baik, pakan hidup bisa membuat ikan pbass lebih gesit dan lincah lagi saat berenang.

Pada usia dewasa, ikan pbass mampu tumbuh mencapai ukuran kurang lebih 60cm. Dengan satu catatan, pastikan Teman SDI mengetahui cara merawat ikan predator ini.

  1. IKAN PREDATOR DATZ TIGER

Ikan Preadator
Images: flickr.com

Selanjutnya ada ikan predator yang memiliki ciri tubuh unik dengan motif loreng-loreng antara hitam dan kuning emas menyerupai macan atau harimau, yaitu ikan datz tiger atau dikenal dengan nama lain ikan datnoid atau siamese tigerfish. Karena penampilan mencoloknya itu, ikan datz menjadi salah satu ikan predator yang punya kesan galak dan agresif.

Ikan datz kerapkali ditemukan berkelahi dengan ikan hias lainnya. Belakangan ini, ikan datz juga semakin populer dikalangan para penghobi ikan predator. Cukup berbeda dengan ikan predator lain, ikan datz hanya dapat tumbuh sekitar 1014 inci. Meskipun begitu ikan ini dapat bertahan hidup lama mulai dari 1520 tahun, tentunya ini harus disertai dengan perawatan yang baik juga menyediakan perlengkapan aquarium bermutu tinggi seperti produk-produk dari SDI.

  1. IKAN PREDATOR RED TAIL CATFISH (RTC)

Ikan Predator
Images: flickr.com

Kali ini ada ikan predator yang cukup unik karena ikan ini biasanya dikenali sebagai ikan konsumsi, yaitu ikan red tail catfish atau lele ekor merah dengan tubuh berwarna silver keabuan. Perpaduan warna yang kontras ini menjadi daya tarik ikan red tail catfish, sehingga banyak kolektor ikan predator yang mengocek harga tidak kecil untuk mendapatkan ikan hias unik ini.

Semakin merah warna ekor ikan red tail catfish, dipercaya usianya akan semakin panjang. Ikan predator rtc ini memungkinkan untuk tumbuh mencapai ukuran 180cm dengan berat mencapai 80kg. Ikan red tail catfish ini mampu bertahan hidup selama 20 tahun.

  1. IKAN PREDATOR PALMAS

Ikan Predator
Image: Flickr.com

Pecinta ikan predator tentu sudah tidak asing lagi dengan ikan palmas. Punya bentuk tubuh memanjang yang elegan menyerupai naga menjadikan ikan palmas digemari para penghobi ikan. Selain penampilan uniknya, ikan palmas dikenal mudah dipelihara dan tidak gampang mati sehingga sangat cocok sekali untuk para penghobi ikan predator yang masih pemula.

Ikan palmas mampu hidup di kondisi air yang kotor dan berkadar oksigen rendah. Uniknya, ikan palmas merupakan jenis predator yang hidup nokturnal atau lebih senang beraktivitas di malam hari, sedangkan saat siang hari ikan ini cenderung lebih pendiam dan kerap bersembunyi.

Nah itulah pembahasan kita kali ini mengenai beberapa ikan predator paling ganas dan banyak dipelihara oleh penghobi.

Kalian juga dapat mengunjungi website kita di suryadutainternasional.com dan follow akun TikTok @suryadutainternasional agar tidak ketinggalan tips dan trik seputar aquarium.

Nantikan dan tunggu artikel kita selanjutnya ya!!!

SDI? “Hidup Lebih Baik di Bawah Air”

- Website SDI : suryadutainternasional.com  
- Instagram : suryadutainternasional 
- Facebook: suryadutainternasional.official 
- Youtube : Surya Duta internasional  
- Shopee : sdi.official  
- Tokopedia : Surya Duta Internasional Official 
- Gambar Sampul : commons.wikimedia.org
Leave a comment