IKAN ARAPAIMA DILARANG DI INDONESIA, INI ALASANNYA

Halo Teman SDI!

Di antara keanekaragaman hayati yang kaya di Indonesia, terdapat satu spesies ikan yang menjadi sorotan utama, yaitu ikan arapaima. Namun, tahukah kamu bahwa sekarang ikan arapaima dilarang untuk dipelihara dan diperdagangkan di Indonesia? Kira-kira apa saja ya alasan dari ikan arapaima dilarang keberadaannya? Yuk kita bahas.

Ikan Arapaima
Images: commons.wikimedia.org

Ikan arapaima dikenal dengan nama pirarucu atau paiche, adalah salah satu ikan air tawar predator terbesar di dunia. Ikan arapaima ini berasal dari Sungai Amazon di Amerika Selatan dan memiliki penampilan yang memukau dengan ukuran tubuhnya yang besar dan sisik yang mengkilap. Secara keindahan ikan arapaima punya tampilan indah, tetapi nyatanya peredaran ikan arapaima dilarang di Indonesia.

Seiring dengan popularitasnya sebagai ikan hias, permintaan akan ikan arapaima di pasar internasional meningkat pesat. Beberapa negara, termasuk Indonesia, awalnya mengimpor ikan ini untuk tujuan edukasi. Namun, sayangnya kini di Indonesia sendiri ikan arapaima dilarang peredarannya.

ASAL USUL DAN CIRI FISIK IKAN ARAPAIMA

Sebelum mengetahui apa alasan ikan arapaima dilarang, kita harus mengetahui asal usul ikan arapaima. Ikan arapaima termasuk ke dalam famili Osteoglossidae, berasal dari wilayah tropis Amerika Selatan seperti Kolombia, Brasil, Peru, Bolivia, Guyana, dan Suriname.

Sementara di wilayah Asia seperti Thailand memanfaatkan ikan arapaima sebagai salah satu ikan hias yang mempunyai nilai ekspor tinggi, sehingga mampu membantu tingkat perekonomian negara. Berbanding balik dengan Thailand, karena beberapa alasan tertentu ikan arapaima dilarang untuk dipelihara, dibudidayakan, maupun diperjual belikan di Indonesia.

Ikan arapaima merupakan predator yang menduduki puncak tertinggi dari ekosistem yang ada di sana. Ikan ini berperan sebagai penyeimbang rantai makanan yang kompleks itu.

Arapaima mempunyai bentuk tubuh memanjang seperti torpedo dengan kepala meruncing. Memiliki warna tubuh keabu-abuan yang solid dengan perpaduan hijau tembaga yang mengkilau, serta bagian belakang sisik kemerahan. Penampilan ikan arapaima cukup unik, adanya sisik lebar melapisi seluruh tubuhnya dengan ukuran 6cm di setiap satu sisiknya menjadikan ikan arapaima terlihat sangat kokoh dibandingkan jenis ikan predator air tawar lainnya.

Tahukah Teman SDI? Ikan arapaima dapat tumbuh melebihi panjang tubuh manusia. Dengan panjang hingga 4,5m dan berat tubuh paling maksimal mencapai 220kg. Sayangnya, saat ini sangat jarang ditemukan ikan arapaima dengan ukuran melebihi 2 meter. Simak artikel ini jika ingin mengetahui beberapa jenis ikan arapaima yang ada.

4 ALASAN MENGAPA IKAN ARAPAIMA DILARANG DI INDONESIA

ikan arapaima dilarang
images: flickr.com

Banyak ikan predator memiliki ketahanan fisik tangguh dengan warna kulit eksotis, ini menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya seperti ikan arapaima. Sayangnya, kasus ikan arapaima dilarang di Indonesia bukan hanya karena alasan sepele saja. Berikut beberapa alasan mengapa ikan arapaima dilarang :

  1. Berpotensi Menjadi Spesies Invasif

Salah satu alasan utama ikan arapaima dilarang adalah karena arapaima berpotensi sebagai organisme invasif. Organisme invasif adalah spesies yang dapat merusak ekosistem asli suatu wilayah ketika mereka diperkenalkan ke habitat baru di mana mereka tidak memiliki predator alami.Ikan arapaima memiliki kemampuan reproduksi yang cepat dan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Hal ini dapat membuat ikan arapaima mengganggu keseimbangan ekosistem air tawar di Indonesia jika dibiarkan berkembang biak secara bebas, sehingga hal ini menjadi penyebab utama mengapa ikan arapaima dilarang di Indonesia.

Kasus seperti ini pernah terjadi langsung di Sungai Brantas, Kabupaten Sidoarjo pada sekitar tahun 2018. Beberapa warga sekitar mengaku melihat kemunculan beberapa ekor arapaima gigas, para nelayan yang biasa mencari ikan pun mendapatkan hasil tangkapan ikan yang lebih sedikit daripada biasanya. Ini menjadi bukti nyata, ikan arapaima dilarang karena bisa menjadi spesies invasif.

Kemudian warga berusaha mencari dan menangkap arapaima yang tersisa, setelah ditelusuri bersama polisi setempat terungkap ikan arapaima ini berasal dari seorang penjual ikan predator yang sengaja melepas arapaimanya ke Sungai Brantas itu.

Pasar ikan arapaima yang sempit dengan tingginya pengeluaran biaya untuk pakan sekitar 30 ikan arapaima membuat pemiliknya itu tidak dapat lagi memelihara arapaima dan memutuskannya untuk melepas arapaima secara tak bertanggung jawab ke Sungai Brantas. Ini hampir saja memusnahkan seluruh habitat asli ikan Indonesia.

Tidak heran jika KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) mengeluarkan peraturan mengenai larangan impor jenis ikan berbahaya di Indonesia dalam Permen KKP no 41 tahun 2014. Peraturan ini menegaskan ikan arapaima dilarang, karena temasuk ke dalam jenis ikan berbahaya dan invasif.

  1. Bisa Mengancam Populasi Ikan Lokal

Indonesia memiliki kekayaan ikan air tawar yang sangat beragam, termasuk beberapa spesies yang rentan. Keberadaan ikan arapaima dapat menjadi ancaman serius bagi ikan-ikan lokal yang sudah ada di perairan Indonesia. Ikan arapaima dilarang, karena bisa mengganggu rantai makanan dan mengacaukan tingkat ekosistem secara keseluruhan.

Kehadiran ikan arapaima dapat menjadi ancaman serius bagi spesies ikan lokal. Dengan ukurannya yang besar dan kebiasaannya memangsa ikan kecil, ikan arapaima dapat secara signifikan mengurangi populasi ikan-ikan lokal yang penting bagi keseimbangan ekosistem air tawar. Ini menjadi salah satu alasan mengapa ikan arapaima dilarang.

Kasus ikan arapaima di Sungai Brantas juga menjadi bukti nyata betapa bahayanya arapaima jika dilepas secara liar perairan Indonesia. Ikan lokal yang berukuran lebih kecil hampir diberantas dan tidak tersisa banyak, karena dikonsumsi oleh predator ini. Tidak heran jika keberadaan ikan arapaima dilarang di Indonesia. Dikhawatirkan seluruh jenis ikan lokal habis tidak tersisa, sehingga menyebabkan penurunan ekonomi para warga sekitar yang bekerja sebagai nelayan.

  1. Risiko Membawa Penyakit

Alasan berikutnya mengapa ikan arapaima dilarang, karena ikan ini juga dapat menjadi pembawa penyakit yang membahayakan bagi ikan-ikan lokal maupun manusia. Penyakit yang dibawa oleh ikan arapaima dapat dengan mudah menyebar ke populasi ikan lain, dan mengancam kesehatan ekosistem air tawar yang sudah ada.

Jika penyakit itu sudah tersebar, maka akan sangat sulit untuk melakukan pengendalian. Kita tidak bisa melakukan apa-apa selain melihat keadaan habitat ikan lokal yang ikut sakit dan mati secara masal. Untuk menghindari kasus ini, maka ikan arapaima dilarang untuk dipelihara secara bebas. Jika benar-benar terpaksa, seperti melakukan rescue ikan arapaima, orang yang memeliharanya harus mampu dan bertanggung jawab.

  1. Kendala Regulasi yang Rumit

Diketahui, pada awalnya ikan arapaima diimpor untuk tujuan edukasi, dan ditempatkan untuk konservasi. Jika ada ikan arapaima yang masuk ke Indonesia, bisa jadi itu dilakukan melalui impor secara ilegal. Meskipun pernyataan KKP sudah jelas menegaskan ikan arapaima dilarang, tetapi kenyataannya masih banyak orang yang tidak mau mendengarkan dan memelihara ikan arapaima berdasarkan keinginan semata saja.

Kemudian pengawasan terhadap penangkapan, peredaran, dan pemeliharaan ikan arapaima menjadi sulit dilakukan. Regulasi yang tidak memadai dapat menyebabkan penyebaran ikan arapaima ke perairan yang seharusnya dilindungi, lalu bisa saja menyebabkan kerusakan yang tidak terduga. Kita tidak selalu bisa melakukan penyembuhan, namun kita selalu bisa mencegah kejadian buruk terjadi. Ikan arapaima dilarang menjadi salah satu langkah lain untuk menghindari adanya kasus invasif seperti yang terjadi di Sungai Brantas.

Nah itulah pembahasan kali ini mengenai alasan mengapa ikan arapaima dilarang. Semoga artikel ini dapat membantumu lebih memahami betapa pentingnya untuk tidak memelihara ikan secara sembarangan. Apalagi jika kita tidak dapat bertanggung jawab secara sepenuhnya kepada  ikan yang dipelihara ini. Jika Teman SDI ingin memelihara ikan, pilihlah ikan hias yang mudah dipelihara.

Kalian juga dapat kunjungi website kita di suryadutainternasional.com dan follow akun TikTok @suryadutainternasional agar tidak ketinggalan tips dan trik seputar aquarium.

Nantikan dan tunggu artikel kita selanjutnya ya!!!

SDI? “Hidup Lebih Baik di Bawah Air”

- Website SDI : suryadutainternasional.com  
- Instagram : suryadutainternasional 
- Facebook: suryadutainternasional.official 
- Youtube : Surya Duta internasional  
- Shopee : sdi.official  
- Tokopedia : Surya Duta Internasional Official 
- Gambar Sampul : flickr.com
Leave a comment